Senin, 19 Maret 2012

MANUSIA PURBA

MANUSIA PURBA
JENIS-JENIS MANUSIA PURBA DI INDONESIA

1. Pithecanthropus
a. Pithecanthropus Erectus b. Pithecanthropus Mojokertensis c. Pithecanthropus Soloensis

2. Meganthropus Palaeojavanicus

3. Homo
a. Homo Mojokertensis
b. Homo Robustus
c. Homo Sapiens

4. Hobbit



Peta Penemuan Fosil Manusia Purba di Jawa Tengah – Jawa Timur


1. Sangiran
2 . Sambungmacan
3 . Sonde
4 . Trinil
5 . Ngandong
7 . Kedung Brubus
8 . Kalibeng
9 . Kabuh
10 . Pucangan
11 . Mojokerto (Jetis-Perning)
G.H.R Von Koeningswald
G.H.R Von Koeningswald menemukan fosil manusia purba di Indonesia.



1. Pithecanthropus

Pada tahun 1890 Eugene Dubois menemukan fosil jenis Pithecanthropus di desa Trinil(Ngawi)Jawa Timur di dekat lembah sungai Bengawan Solo, dengan memberi nama Pithecanthropus Erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak.

-Ciri-ciri:
*Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
*Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc
*Bentuk tubuh & anggota badan tegap, tetapi tidak setegap megantropus
*Alat pengunyah dan alat tengkuk sangat kuat
*Bentuk graham besar dengan rahang yang sangat kuat
*Bentuk tonjolan kening tebal melintang di dahi dari sisi ke sisi
*Bentuk hidung tebal
*Bagian belakang kepala tampak menonjol menyerupai wanita berkonde
*Muka menonjol ke depan, dahi miring ke belakang

A. Pithecanthropus Mojokertensis

Pada tahun 1936, telah ditemukan fosil tengkorak anak manusia purba oleh Weidenreich didesa Jetis, Mojokerto. Fosil manusia purba tersebut diberi nama Pithecanthropus Robustus, sedang Von Koeningswald menyebutnya Pithecanthropus Mojokertensis.

B. Pithecanthropus Soloensis

G.H.R. Von Koeningswald, Oppenorth, dan Ter Haar pada sekitar tahun 1931-1934 mengadakan penelitian di Lembah Sungai Bengawan Solo dan penemuan pertama di Ngandong(Blora) adalah fosil Pithecanthropus Soloensis artinya manusia kera dari Solo, kemudian ditemukan juga jenis Pithecanthropus di Sangiran yang diperkirakan hidup pada 900.000 sampai 200.000 tahun yang lalu diperkirakan terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Cina.

2. Meganthropus Paleojavanicus

Yaitu manusia purba paling primitif(tua), ditemukan oleh G.H.R. Von Koeningswald di daerah Sangiran pada lapisan pleistosen bawah(lapisan pucangan)pada tahun 1936 dan 1941. Hasil temuan fosil tersebut berupa tulang bagian bawah dan atas. Fosil yang serupa juga ditemukan Marks dilapisan Kabuh(pleistosen tengah) pada tahun 1952. Berdasarkan penelitian tulang rahang atas dan tulang rahang bawah, makanan Meganthropus Palaeojavanicus adalah tumbuh-tumbuhan. Karena makanannya tanpa melalui proses pemasakan, maka gigi rahangnya besar dan kuat. Meganthopus diperkirakan hidup pada 2-1 juta tahun yang lalu. Sesuai Dengan arti namanya, manusia purba besar dan tertua di Pulau Jawa.

Ciri-ciri:
*Memiliki tulang pipi yang tebal
*Memiliki otot kunyah yang kuat
*Memiliki tonjolan kening yang mencolok
*Memiliki tonjolan belakang yang tajam
*Tidak memiliki dagu
*Memiliki perawakan yang tegap
*Memakan jenis tumbuhan


3. HOMO




A. Homo Mojokertensis

Kaum Homo Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto)
Fosilnya ditemukan di Perning (Mojokerto) Jawa Timur pada tahun 1936 – 1941oleh Von Koenigswald .

B. Homo Robustus

Robustus mempunyai arti manusia kera yang besar dan kuat. Fosil ditemukan di Sangiran lembah Sungai Bengawan Solo oleh Von Koenigswald.

C. Homo Sapiens

Homo Sapien adalah manusia purba yang memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia zaman sekarang. Jenis Homo Sapiens yang ditemukan di Indonesia ada dua yaitu:
1. Homo Soloensis:

*ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran
dan Sambung Macan, Sragen
*ditemukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald
*ditemukan pada tahun 1931-1933 dari lapisan Pleistosen Atas
*hidup sekitar 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu
*Volume otaknya mencapai 1300 cc.
Menurut Von Koenigswald makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus. Diperkirakan makhluk ini merupakan evolusi dan Pithecanthropus Mojokertensis. Oleh sebagian ahli, Homo Soloensis digolongkan dengan Homo Neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen Atas.
2. Homo Wajakensis:

*ditemukan oleh Van Riestchoten
*ditemukan pada tahun pada tahun 1889
*ditemukan di desa Wajak, Tulungagung
*tinggi Badan sekitar 130—210 cm
*berat badan antara 30-150 kg
*volume otak 1300 cc
*hidup di antara 25.000-40.000 tahun yang lalu
*bernenek moyang Homo Soloensis
*menurunkan bangsa Aborigin
Fosil Homo Wajakensis merupakan fosil manusia purba yang pertama ditemukan di Indonesia. Jika dibandingkan dengan jenis manusia purba sebelumnya, Homo Wajakensis menunjukan kemajuan. Makanannya sudah dimasak. Tengkorak Homo Wajakensis memiliki banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli Australia yaitu orang Aborigin. Karena itu, diduga bahwa Homo Wajakensis termasuk dalam ras Australoide.

4. HOBBIT

Para ilmuwan telah menemukan fosil-fosil tengkorak dari suatu spesies manusia yang tumbuh tidak lebih besar dari kanak-kanak berusia lima tahun. Manusia kerdil yang memiliki tengkorak seukuran buah jeruk ini diduga hidup 13.000 tahun lalu, bersama gajah-gajah pigmi dan kadal-kadal raksasa seperti Komodo. Indonesia.
Tengkorak pertama dari spesies yang kemudian disebut sebagai Homo floresiensis atau Manusia Fores itu ditemukan September 2003. Ia berjenis kelamin perempuan, tingginya saat berdiri tegak kira-kira satu meter, dan beratnya hanya 25 kilogram. Ia diduga berumur sekitar 30 tahun saat meninggal 18.000 tahun lALU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar